Jumat, 30 Januari 2009

Low Bat

menggunakan kamera digital tentunya harus juga memperhatikan salah satu pendukung utama kamera yang jarang dibahas, tidak terlihat dan saat dia tidak bertenaga lagi, baru kita ingat, yaitu baterai. Jenis, bentuk dan kapasitas baterai untuk kamera bermacam-macam. Hal ini ditentukan oleh produsen kamera yang memilih bentuk khusus agar pengguna harus menggunakan baterai produk mereka juga, atau menggunakan baterai tipe AA yang lebih fleksibel, ini dengan alasan agar pengguna lebih tertarik menggunakan kamera tersebut karena bisa menggunakan tipe baterai yang sudah puluhan tahun beredar di pasar. Namun bisa juga karena kamera tersebut membutuhkan ampere yang lebih besar dan itu tidak (atau belum) tersedia pada baterai yang dijual umum, atau mungkin space yang tersedia pada casing camera terbatas sedangkan kamera membutuhkan Ampere lebih besar, sehingga harus dibuat baterai khusus, pilih aja salah satu alasan diatas, hampir pasti salah satunya benar.


Entah pada awal dulu, ada berapa jenis baterai rechargeable, yang saya tau mulai dari NiCd (Nickel-cadmium), Lithium, dan yang terakhir ini NiMH (Nickel-metal hydride). Baterai rechargeable pertama yang saya kenal adalah jenis NiCd (Nickel-cadmium), saat itu banyak digunakan pada handphone. Ada aturan khusus agar umur pakai baterai tersebut panjang, yang berkaitan langsung dengan umur pakai baterai adalah masalah memory effect. Pada baterai NiCd, isi baterai harus dihabiskan total sebelum diisi ulang, oleh karena itu, charger untuk baterai tipe NiCd ini, memiliki fungsi discharge, untuk memastikan baterai tersebut sudah kosong sebelum sesi charge berjalan. Memory effect terjadi bila isi baterai tidak benar-benar kosong saat di-charge, sehingga sekarang titik nol bergeser pada titik saat charge tersebut dimulai, misal dari titik 10%, sehingga sekarang kapasitas full baterai hanya 90% dari yang seharusnya. Begitulah penjelasan sederhananya.

Teknologi baterai terus dikembangkan, sehingga muncul kemudian tipe Lithium ion. Baterai tipe ini jauh lebih ringan dari NiCd, dan tidak memiliki memory effect, sehingga lebih populer. Semua peralatan portable yang membutuhkan baterai, hampir semuanya menggunakan baterai tipe ini, mulai dari handphone, mp3 player dan varian-nya, laptop, sebagian merk kamera digital, baterai memory BIOS pada PC dan mungkin masih ada lagi lainnya yang saya bahkan belum pernah tahu benda itu. Sama juga dengan kebutuhan masing-masing peralatan yang butuh baterai, kapasitas baterai ini juga diproduksi dengan bermacam-macam kapasitas.

Tipe baterai ketiga, adalah NiMH (Nickel-metal hydride). Melihat namanya yang agak-agak mirip, saya langsung bertanya-tanya, apakah juga bermasalah dengan memory effect ? Setelah browsing pada beberapa web yang menjelaskan kalau baterai NiMH tidak memiliki memory effect, baru saya mengerti perbedaan umum antara NiCd dan NiMH. Dari nama dan berat, terdapat kesamaan, namun dari cara perlakuan, NiMH lebih sama dengan tipe Lithium. Dalam kasus ini saya membandingkan tipe AA, karena sangat jarang saya menemui baterai rechargeable ukuran AA yang berbahan Lithium, lebih umum berbahan NiCd dan NiMH.

Untuk daya simpan, berdasarkan yang saya amati, NiCd tidak bertahan lama, paling bagus dalam hitungan minggu, dan kalo agak parah, dalam 2 hari saja sudah nol, dalam kondisi tidak digunakan sama sekali. Baterai Lithium mungkin bisa dalam 2-3 bulan baru habis total, tentunya dengan perlakuan sama, tidak digunakan juga. Dan yang lebih hebat kelihatannya adalah tipe NiMH, dari brosur (ingat, dari brosurnya ya......) dalam 6 bulan hanya berkurang 20% saja. Tipe ini baru saja saya ketahui, jadi belum pernah mengamati atau dapat info dari pengguna yang sudah lebih dari 1 tahun.

Dari artikel yang ditemukan di internet, ada cara penyimpanan yang sebetulnya cukup berpengaruh atas daya simpan baterai, untuk tipe NiCd dan NiMh lebih disarankan disimpan pada tempat yang dingin, refrigerator atau bahasa Inggrisnya kulkas. Suhu dingin akan mengurangi percepatan kehilangan daya pada dua jenis baterai tersebut. Namun perlu diperhatikan, sesaat sebelum digunakan, suhu baterai harus sama dengan suhu ruangan, suhu dinginpun juga berpengaruh besarnya tenaga baterai saat digunakan. Sedangkan untuk Lithium, saya belum menemukan artikel yang membahas pengaruh suhu ruang simpan terhadap baterai tersebut. Dan satu fakta yang saya temukan, baterai NiMH lebih aman bagi lingkungan dibandingkan dengan NiCd.

Tidak ada komentar: